Kamis, 04 Oktober 2012

Andai kau datang





Malam ini aku terduduk dibalik jendela kamar
Menanti gerimis yang tak kunjung datang
aku mengharapkan gerimis datang
5tahun lalu ketika gerimis turun kau datang kehadapanku
Dan kau berikan senyuman manismu serta cintamu
Yah..gerimis yang menjadi saksinya
Kini semua berlalu dan hilang ditelan waktu 
Saat gerimis datang aku tau kau hadir
Karena aku dapat merasakan hadirmu disini
Tapi kali ini gerimis tak jua kunjung datang
Mungkin kau takan pernah datang
Karena aku sadar dunia kita sudah berbeda
Andai saja gerimis turun malam ini
Ingin ku katakan bahwa aku merindukanmu
Bahwa kau akan selalu hidup didalam hatiku
Andai gerimis turun
Ingin kukembangkan senyumku padamu
Bahwa aku bukan wanita lemah
Dan aku dapat berdiri tegak meski tanpamu
Dan andai gerimis turun
Ku ingin katakan bahwa aku selalu menyayangimu











Untuk sebuah kenapa?





Kenapa masih begini
Kenapa masih seperti ini
Senja keemasan terlukis indah dilangit sore hari ini
Aku tetap tak mengerti kenapa masih seperti ini
Pelangi tersenyum dilangit biru
Tapi masih saja aku bertanya-tanya kenapa begini
Benarkah asa tak dapatku genggam
Benarkah asaku t’lah pergi
Benarkah tak ada kesempatan untukku genggam asaku
Semua terdiam dan belum ada yang mampu menjawab
Perlahan-lahan kulihat seberkas cahaya terang
Apakah itu pertanda bahwa aku masih bisa menggenggam asaku
Ataukah itu hanya ilusi belaka
Angin semilir menyibakkan kerudungku
Hujan membasahi tubuhku
Tapi aku belum melihat asaku kembali
Apakah aku harus kebukit bintang untuk mencarinya
Atau hanya menunggu dan menunggu
Sebuah pertanyaan yang tak tahu jawabanya