Senin, 03 November 2014

Kisah 2 Anak

Hari ini adalah hari dimana saya punya cerita dari 2 anak saya sekaligus. Cerita yang membuat saya semakin bersyukur,semakin memahami arti kesabaran dimana saat ini saya sedang menanti Si “JEDA” yang tak kunjung datang. hari ini Tuhan seakan menegur saya melalui 2 anak saya.

1.      Kisah Alfin Si anak malang yang ingin menjadi Tentara
Namanya Alfin setiawan,umurnya 9 tahun,seharusnya dia duduk dikelas 4SD.namun saat ini dia duduk dikelas 1 dia tinggal kelas.saya mengenalnya Januari lalu,ya sekitar 9bulanan saya menjadi ibu bagi dia disekolah.mengenal anak ini butuh kesabaran ekstraaa.dari awal dua rekan guru sudah sering memberitahu saya tentang alfin.alfin belum lancar membaca dan menulis, hingga saat dikelas dua dengan terpaksa saya tidak menaikinya ke kelas 3.perasaan bersalah dan berdosa kerap mengahantui saya,hingga saat libur semester kemarin saya memberanikan diri untuk mengunjungi rumahnya.sungguh miris,alfin adalah korban ke”egoisan” orangtunya.sejak umur 5tahun orangtuanya berpisah, ayahnya pergi kejakarta, ibunya pergi entah kemana dan hanya membawa adiknya alfin.alfin ditinggal dengan neneknya yang sudah tua dirumah yang sangat sederhana yang beralaskan tanah dan berdinding pagar .disanalah saya tahu cerita alfin, memang sebenanrnya saya sudah tahu tentang asal usul alfin dan  keluarganya dari wali murid tapi saya ingin membuktikan sendiri apa benar yang dikatakan oleh para wali murid.saat saya berkunjung kerumah alfin,saya pun akhirnya percaya dengan cerita wali murid. alfin sering mencari perhatian baik dirumah dan disekolah, jujur saya sering kesal dibuatnya hingaa dada ini sesak dan nyaris putus asa.saya merasa belum berhasil membuat dia bisa baca, saya merasa belum bisa menjadi pengajar yang baik untuknya hingga berbagai cara saya coba . tapi kini Alhamdulillah,pelan tapi pasti sekarang alfin mulai menunjukkan semangat belajar meski belum fix setidaknya ada arah allfin untuk mau belajar. berbeda saat semester lalu,mungkin karena alfin malu sudah 2X tinggal kelas. Saya sering menahan air mata jika mengingat anak ini,anak yang mohon maaf kulitnya kasar,hitam,kukunya hitam dan tidak pernah sarapan pagi ini.namun anak ini punya persediaan senyum yang tak terbatas, anak ini sungguh manis.dua minggu lalu ayahnya pulang, tiap kali ayahnya pulang maka saya selalu melihat binar  yang cerah dimatanya. tapi ibunya,ah.. entah kapan ibunya mau pulang bahkan saat saya berkomunikasi dengan ibunya pun,ibunya belum tahu akan pulang menemui alfin atau tidak. saya tidak tahu dan tidak mau tahu tentang masalah ibu dan ayahnya alfin yang saya inginkana dalah tanggung jawab dari mereka berdua. hingga saat saya tahu Fbnya ibunya dan saya liat semua foto2nya,hati saya sakit..sakittt sekaliii.ibunya dengan berbagai gaya berselfie ria dengan berbagai pose.saya kecewa dan nelangsa.sementara yang saya baca dari Fbnya,ibunya sudah punya calon pendamping PUN  dengan ayahnya alfin yang saat pulang 1minggu yang lalu ternyata juga membawa wanita lain.saat masuk kelas seusai bel istirahat, saya pun mengajak ngobrol alfin dibangkunya dan inilah obrolan singkat saya dengan alfin.

Saya : “Mamas,ibu sudah tau wajah ibunya mamas loh ternyata cantik ya mirip sama alfin,alfin kangen ngga ?”
Alfin : “Enggaaaa”
Deg..batin saya.
Saya :”loh nda boleh gitu,mama alfin pasti sayang alfin,mama sering sms ibu loh nanyain alfin.nanti kalau mama pulang mama kerumah alfin ya,alfin mau kan ketemu mama”
Alfin :”Engga bu,aku ga mau”
Saya:” Nda boleh gitu,memang alfin ngga kangen sama mama “
Alfin :”Engga bu,aku ngga mau”
Saya :”Tapi nanti kalau mama pulang mama bawa adiknya alfin juga nanti ada bapaknya alfin juga,alfin pasti senang bisa bertemu dengan mama bapak dan adik dan bisa bersama lagi”
Alfin :” Engga bu,aku ngga mau aku mau  sendiri saja”
Deg.. ( Saat itulah air mata yang dengan sekuat tenaga saya tahan akhirnya tumpaaaah).

Saya pun menasihatinya agar dia tetap menjadi anak yang soleh dan mau bertemu dengan ibunya meski alfin masih ketus, saya memakluminya mungkin itu perasaan kecewanya,perasaan sedihnya. saat itu juga saya langsung memeluknya,air mata ini     langsung tumpah.yaa kali pertama saya menangis didepan anak-anak saya.sampai ada anak saya berkata “Ibu kenapa menangis” yang saya  jawab bahwa saya menagis bukan karena sedih tapi karena bahagia bisa ketemu alfin dan semua aank kelas 2.
Saya sedih,saya tak bisa membayangkan hari-hari alfin yang sendiri.bahkan saat tema dua bulan lalu kebetulan saat itu tentang “Bermain ditempat wisata” saat saya berkata kepada anak-anak “Kalian pernah pergi wisata kemana saja “ semua anak menjawab pernah kepantai,kebun binatang dll. Namun alfin lah yang hanya menjawab “Bu, saya belum pernah wisata.saya belum pernah kepantai,saya juga tidak tahu kebun binatang”.

Dari alfin saya belajar banyak hal, salah satunya ketangguhan. Dari bocah yang berumur 9 tahun itu, saya belajar apa itu kesabaran apa itu ketegaran.alfin yang setiap hari menimba air dengan jarak yang lumayan jauh ,alfin yang tidak merasakan kasih sayang utuh dari kedua orangtunya tapi dia punya ketegaran.darinya saya belajar kasih sayang,darinya saya belajar bagaiman menjadi seorang ibu. mengingat anak ini selalu membuat saya nelangsa.saat bangun pagi tak ada usapan dikepala,tak ada pelukan atau hanya sekedar senyuman.saya tahu betul bagaimana kehangatan kasih sayang dari orangtua.
Tapi saya percaya suatu saat alfinku akan tumbuh menjadi anak yang memedulikan orang lain.alfin yang dicap dan diberi label “Nakal” oleh orang-orang dan saudara2nya kelak dia akan tumbuh menjadi orang yang jauh lebih tegar dan mempunyai hati.SEMOGA.

Hari ini saya menangis karena cerita hidupnya tapi saya percaya suatu saat saya tersenyum bangga karena prestasi dan akhlaknya.

Nak..Tetap semangat yaa..ibu dan teman2 sayang alfin.
Ayoo..belajar baca calon pak tentara J

2.Kisah Barkah Dan lagu “Pergi Belajar “

Namanya Barkah Wijaya, anakku dikelas 2 juga namun kisahnya berbeda dengan alfin.barkah justru kebalikannya,dia mempunyai jutaan  limpahan kasih sayang utuh dari kedua orangtuanya. setelah saya menangis saat mengobrol dengan alfin,saya pun menghapus air mata saya dan menetralkan suasana kelas. Kebetulan anak-anak sudah selesai istirahat, sesuai dengan janji saya di hari sebelumnya bahwa hari ini saya akan mengajak mereka bernyanyi lagi.minggu lalu kami sama-sama menyanyi lagu “Menanam Jagung “ dan hari ini saya akan mengajak mereka menyanyikan lagu “Pergi Belajar “.

“Oh ibu dan ayah selamat pagi
  Ku pergi sekolah sampaikan nanti
            Selamat belajar nak penuh semangat
            Rajinlah selalu tentau kau dapat
            Hormati gurumu sayangi teman
            Itulah tandanya kau murid budiman”

Saya semangat sekali menyanyikan lagu tersebut hingga saya tak menyadari suatu hal

Gilang :” Ibu, barkah nangis bu soalnya nama bapaknya disebutin kan nama bapaknya barkah budiman bu “
Saya :” hah sambil bengong “.

Daannn ternyata terlambat barkah menangis karena dimas,yogi dan gilang berkata bahwa ada nama bapaknya barkah dilagu tersebut ( Namanya juga anak-anak pasti dikiranya menyebutkan nama orang tua seperti sedang mengejek ).
Asliii..saya menahan tawa namun saya tahan, saya pun mendekati meja barkah yang sudah keburu ngambek dan tak mau tersenyum meski dimas, yogi dan gilang meminta maaf. maka saya pun langsung menjelaskan kepada anak-anak  bahwa nama “Budiman” yang ada dalam lagu tersebut bukan nama bapaknya barkah tapi maksudnya supaya kita disekolah jadi anak yang baik,rajin belajar,hormat pada guru dan sayang teman serta agar kita menjadi anak yang mempunyai sopan santun.
akhirnya saya pun tak melanjutkan lagi menyanyinya hahaaaa…
Dari barkah saya bisa tertawa (meski ditahan ), dari barkah saya belajar ternyata saya harus lebih peka terhadap pandangan anak :D

Setidaknya hari itu saya mengalami 2 hal : Menangis karena alfin dan tertawa karena Barkah :D

Terimakasih Tuhan untuk 2 kejadian yang Engkau beri pada hari ini J

NB : Saya juga manusia biasa jadi wajar kan kalau saya ini mengeluarkan air mata..Tapi bukan berarti saya cengeng loh.. CATET hehehe :p

 Sekian..

#Terimakasih yang sudah mampir baca semoga ada manfaat yang bisa diambil


Tidak ada komentar:

Posting Komentar