Assalamualaikum wr wb,,
Note ini aku buat dari tabloid realita tahun 2008,semoga bermanfaat bagi yang membacanya.
PEDAGANG ASONGAN YANG MAMPU MEWUJUDKAN IMPIANYA MASUK UNIVERSITAS INDONESIA
Kondisi ekonomi yang serba sulit serta mahalnya biaya pendidikan,tidak menjadi hambatan untuk terus maju.setidaknya itulah yg dibuktikan Ais Rahim.ais nekad merantau ke ibukota demi melanjutkan keinginanya meneruskan pendidikan ke sebuah perguruan tinggi negeri ternama di jakarta.dana yang minim,seorang diri di jakarta membuat ais tertantang untuk menaklukan kota yg terkenal kejam ini.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Berwajah polos,bertubuh kurus dengan kulit hitam adalah sosok yg tergambar dari seorang ais rahim.anak petani asal gorontalo ini nekat ke jakarta untuk melanjutkan pendidikanya.ia tertantang dengan anggapan bahwa hanya orang yg mampu saja yg bisa melanjutkan pendidikan sampai ke tingkat lebih tinggi.ais merupakan anak pasangan dari rahim ambela dan hawaria luneto.ia lahir di gorontalo 22 desember 1988.ais dibesarkan dilingkungan keluarga yg terbilang kurang mampu.bapak dan ibunya hanya bekerja sebagai petani.kedua kakaknya sudah menikah dan sudah hidup mandiri dikampungnya.sejak kecil ais sudah dituntut bekerja keras membiayai pendidikanya sendiri.keteguhan dan niat ais sekolah mengantarkanya berjualan plastik kresek dan garam di pasar desa tempat tinggalnya sejak kelas 1SD.Itu ia lakukan dipagi hari sebelum berangkat sekolah dan pada hari ibur.enam tahun berlalu ais pun harus memikirkan cara agar bisa melanjutkan SMP.Saat lulus SD Ada yg bertanya kepadanya “ ais,km mau melanjutkan ke SMP?kenangnya.pada saat itu ada juga yg menyeletuk dihadapan ais, “gimana mau sekolah dia kan kerjanya hanya berdagang dan menjadi tukang angkat ikan dipasar.”bagi ais itu bukan hinaan namun cambukan untuk maju.bagi anak-anak seusianya, masa liburan adalah masa yg ditunggu untuk bermain namun tidak dengan ais,masa liburanya digunakan utk mencari uang guna membiayai sekolah.ais bersama teman-teman mendaftar ke SMP N 1 tibawa kecamatan Gorontalo.hal itu ia lakukan tanpa sepengetahuan kedua orangtuanya .”pada saat itu ibu tidak tahu saya mendaftar ke SMP,”Ungkapnya.tatkala ia berhasil masuk SMP Negeri ais langsung memberitahu kedua orangtuanya.orangtua menyetujui asal ais bisa membiayai sekolahnya mengingat bapak dan ibunya orang yg tidak mampu.karena tabungan yg sangat minim dan tidak ada ongkos mengharuskan ais berjalan kaki berjalan kaki kurang lebih 2km ke sekolahnya.beruntung ais tidak perlu memikirkan biaya sekolahnya karena ditanggung oleh pihak sekolah dan pemerintah.namun ais masih perlu memikirkan agar ia bisa membeli buku dan keperluan fotocopi.itulah yg membuatnya tidak meningalkan pekerjaanya yaitu berdagang kantong palstik kresek dan garam dipasar.
Setamat SMP ais membulatkan tekad untuk melanjutkan ke SMA N 1 Limpoto.SMA Yg di pilih kebetulan adalah SMA favorit menurut warga gorontalo.SMA dimana tempat anak-anak orang kaya dan pintar sekolah.semakin tinggi jenjang pendidikan maka semakin mahal biaya yang harus ia keluarkan.oleh sebab itu ia harus berjuang keras ekstra keras utk mendapatkan uang guna membiayai sekolah.memasuk libur panjang ais meninggalkan liburanya dan waktu bermainya hanya untuk membayar sekolah ke jenjang SMA.”Saat itu aya pun masih tetap berdagang kantong plastik keresek dan garam.pada musim liburan itu saya bisa mengumpukan uang Rp 300.000,00,”tukasnya.uang yg didapat sebagian digunakan untuk makan dan sebagian lagi menebus ijasah.sisanya untuk membayar uang gedung,itupun saya masih ngutang ke sekolah sebesar Rp 70.000,00,”ungkapnya.saat ais mengumpulkan persyaratan sekolah,penerima berkas menyatakan bahwa kekuranganya harus dibayar dalam jangka waktu 24jam.jika tidak maka kursi ais akan diisi orang lain.ais langsung puang kerumah.”pada sat itu ibu tdk ada yg ada hanya bapak,” kenangnya.sang ayah saat itu sedang sakit,tetapi ayah tetap mengupayakan berhutang kesana kemari.akhirnya uang pun didapat dan ais bisa melunasi sisa tunggakan.meski bisa melanjutkan ke SMA,ia harus memikirkan ongkos karena jarak yg ditempuh dari rumah ke sekolah cukup jauh yaitu 16km.ais pun tetap berdagang dan disekolah berjualan permen sesekali ia juga disuruh membeli makanan dan mendapat upah.uang itu dikumpulkan untuk ongkos.tepat kls 2 SMA,ais ingin hidup mandiri dan berinisiatif untuk kos bersama teman-temanya.”kos saat itu hanya 50ribu per bulan “,kenangnya.
Merantau ke jakarta
Tahu 2007 adalah tahun kelulusan ais.keinginan dan tekad untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi tidak bisa dihalangi oleh siapapun.setelah lulus,ais mengutarakan keinginanya ,”saat itu ibu menjawab kamu memang harus kuliah,”ungkapnya.namun saat ais mengutarakan bahwa ia ingin menlanjutkan kuiah di jakarta,ibu ais langsung shock memikirkan dari mana biayanya.keluarga pada saat itu tidak mendukung namun ais tidak patah semangat.ia selalu memberikan pengertian pada keluarganya,akhirnya orangtuanya pun mendukung.orangtuanya mengusahakan biaya dengan mengutang ke tetangga.saat uang sudah terkumpul sebanyak 3juta (2juta untuk tiket,sisa 1juta),ais pun datang ke jakarta melalui bandara samratulangi manado sulawesi utara.setibanya dibandara soekarno hatta,ia langsung menuju masjid dan sholat.”saat itu saya tidak tahu mau kemana,”kenangnya selesai sholat ia ditanyai seorang bapak yg bernama slamet.setelah berbincang-bincang cukup lama,ais diberi arahan untuk pergi ke kota depok.”Bapak itu menyuruh saya untuk menghubungi beberapa nomor temanya dan saya menuruti,”ujarnya.setelah menelpon orang yg diamanatkan bapak slamet dan diberi gambaran tentang kota jakarta baru ais pergi kedepok dengan menggunakan taksi.saat menuju ke terminal kota dan menyambung dengan menggunakan busway,ais tertidur pulas beruntung ada penumpang wanita yg menolongnya dan mengantarkan ke kota depok.setiba di terminal depok,ais langsung menelpon seorang yg diberitahukan oleh pak slamet.ia dijemput diterminal dan dibawa ke yayasan bina insani atau PKBM.disanalah ia dikenalkan oleh pemilik yayasan yaitu pak mochtar dan rekan-rekanya.disana ais belajar sambil berjualan untuk keperluan hidupnya.ais menjadi pedagang asongan dikereta jakarta-bogor dan loper koran.melihak kegigihan dan tekadnya untuk bisa melanjutkan kuliah para pengajar yg mengajar di yayasan itu membiaya ais untuk mengikuti bimbingan belajar.saat ada kesempatan tes perguruaan tinggi negeri,ais pun mengikuti ujian SPMB.Ais merasa tidak beruntung karena ia tidak lulus SPMB.Selang beberapa lama salah satu kampus perguruan tinggi negeri menggelar seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri ( SNMPTN ).Ais pun tak ketinggalan.tahun 2008 pengumuman digelar,ais berhasil menjadi mahasiswa Universitas Indonesia Fakultas Ilmu Budaya.
Subhanalloh..man jadda wa jadda.
Teringat dengan surat ar-rahmn “Maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan”
Semoga bermanfaat dan bisa mengambil hikmah dari kisah tersebut.
Wassalamualaikum wr wb,,
Putri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar