Rabu, 19 Desember 2012

Cerita Tentang “Ola “



Kadang aku dipeluk, kadang aku disayang, kadang aku dibelai – belai, tapi terkadang aku dipukul, huft…. Tapi aku selalu menyayanginya.
****************
“Ola.. kenapa mesti gini ya, hiks..hiks,” Sofi menangis lagi karena tak diijinkan papahnya untuk datang ke pesta ulang tahun Eva, sahabatnya.
Ku perkenalkan, dia adalah Sofi sahabat dekatku. Sudah 13 tahun kami bersahabat. Sofi menyayangiku dengan tulus, begitu juga aku yang sangat menyayangi sofi. Meski terkadang jika dia sedang marah, aku yang menjadi pelampiasannya.
“Ola.. tau ngga ternyata Brian itu Playboy Cap Jelek. Dia emang ganteng tapi dia cewenya banyak, aku sakit hati,” Curhatnya ketika dia baru pulang sekolah.
“Pokoknya awas kamu Brian, hiiii … aku sebel … sebel,” Sofi menumpahkan kekesalannya padaku. Ingin rasanya aku memarahi dia yang memukulku.
“Sofii …. Berhenti, sakit tahu, “ kataku dengan sewot.
Namun setelah itu
“Aduh .. ola maaf yah kamu jadi lecet deh, maaf yah ola sayang,” katanya sambil mengelusku.
****************
Ya Aku adalah hadiah dari Papah Sofi waktu Sofi berulang tahun ke 5 saat dia duduk dibangku Taman kanak-kanak. entah kenapa Sofi menamaiku dengan nama ola, katanya nama ola itu cantik dan indah.
“ Ola itu artinya Cantik dan indah makanya aku pengin kamu selalu menjadi sahabatku yang terindah,” Ujarnya saat menjelaskan tentang arti nama ola padaku.
*************
2 tahun kemudian
Sofi sekarang sudah menjadi mahasiswa bukan anak SMA lagi, tapi kami masih bersahabat meski sekarang sofi sering sibuk, jarang menyapaku dan jarang mengelusku.
“Ola … aku cape banget, di kelas banyak banget tugas, udah gitu di tambah ada kegiatan BEM sama Mapala di Kampus”, curhatnya selepas pulang kuliah.
“Sofi … aku kangen kamu,kangen pelukan kamu, kangen curhatan kamu bahkan kangen pukulan kamu, jangan sibuk terus dong,” protesku.
“Maaf yah ola … aku jadi jarang memperhatikanmu, tapi aku selalu sayang kamu. Yuk kita tidur bareng,” pintanya.
“Selamat malam Sofi, aku sayang Sofi,” kataku yang tak didengar oleh Sofi karena dia sudah tertidur.
******************
Hingga saat itu tiba
“Ola … aku udah punya pacar namanya Restu dia kakak kelasku dikampus, aku bahagia banget,” Sofi benar-benar kelihatan bahagia dan aku pun ikut bahagia.
“Tapi ola … ada yang harus kamu tahu,”
“apa Sofi ?”
“Gini, aku kan udah gede bukan anak kecil lagi jadi ngga mungkin aku terus-terusan mainan sama kamu.”
“Kok gitu?” protesku.
“Ingat ngga 1 minggu yang lalu adik sepupuku si dian yang kelas 3 SD pas lihat kamu langsung jatuh cinta, dia pengin bawa kamu, ya aku setuju karena aku ngga mau ngecewain adiku,” cerocosnya.
“Hah … ya ampun Sofi ko kamu tega,” aku menangis sedih .
******************
Hari yang tak kuinginkan pun tiba
“Nah dian nih ola, jaga dan rawat dia baik-baik ya sayang,” kata Sofi ketika menyerahkanku pada Dian.
“Beres ka Sofi, Dian bakal jagain ola dengan kasih sayang, makasih ya kak, “kata Dian.
Aku dibawa Dian kemobilnya dan di peluk dengan erat, aku menjerit agar Sofi tahu aku tak ingin berpisah dengannya aku tak ingin bersama Dian, tapi semua itu percuma Sofi dan Dian tak bisa dan tak akan bisa mendengarku karena aku hanyalah sebuah Boneka.
“Sofi … aku pasti merindukanmu” gumamku sedih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar