Kadang
aku dipeluk, kadang aku disayang, kadang aku dibelai – belai, tapi
terkadang aku dipukul, huft…. Tapi aku selalu menyayanginya.
****************
“Ola..
kenapa mesti gini ya, hiks..hiks,” Sofi menangis lagi karena tak
diijinkan papahnya untuk datang ke pesta ulang tahun Eva, sahabatnya.
Ku
perkenalkan, dia adalah Sofi sahabat dekatku. Sudah 13 tahun kami
bersahabat. Sofi menyayangiku dengan tulus, begitu juga aku yang
sangat menyayangi sofi. Meski terkadang jika dia sedang marah, aku
yang menjadi pelampiasannya.
“Ola..
tau ngga ternyata Brian itu Playboy Cap Jelek. Dia emang ganteng tapi
dia cewenya banyak, aku sakit hati,” Curhatnya ketika dia baru
pulang sekolah.
“Pokoknya
awas kamu Brian, hiiii … aku sebel … sebel,” Sofi menumpahkan
kekesalannya padaku. Ingin rasanya aku memarahi dia yang memukulku.
“Sofii
…. Berhenti, sakit tahu, “ kataku dengan sewot.
Namun
setelah itu
“Aduh
.. ola maaf yah kamu jadi lecet deh, maaf yah ola sayang,” katanya
sambil mengelusku.
****************
Ya Aku
adalah hadiah dari Papah Sofi waktu Sofi berulang tahun ke 5 saat dia
duduk dibangku Taman kanak-kanak. entah kenapa Sofi menamaiku dengan
nama ola, katanya nama ola itu cantik dan indah.
“
Ola itu artinya Cantik dan indah makanya aku pengin kamu selalu
menjadi sahabatku yang terindah,” Ujarnya saat menjelaskan tentang
arti nama ola padaku.
*************
2
tahun kemudian
Sofi
sekarang sudah menjadi mahasiswa bukan anak SMA lagi, tapi kami masih
bersahabat meski sekarang sofi sering sibuk, jarang menyapaku dan
jarang mengelusku.
“Ola
… aku cape banget, di kelas banyak banget tugas, udah gitu di
tambah ada kegiatan BEM sama Mapala di Kampus”, curhatnya selepas
pulang kuliah.
“Sofi
… aku kangen kamu,kangen pelukan kamu, kangen curhatan kamu bahkan
kangen pukulan kamu, jangan sibuk terus dong,” protesku.
“Maaf
yah ola … aku jadi jarang memperhatikanmu, tapi aku selalu sayang
kamu. Yuk kita tidur bareng,” pintanya.
“Selamat
malam Sofi, aku sayang Sofi,” kataku yang tak didengar oleh Sofi
karena dia sudah tertidur.
******************
Hingga
saat itu tiba
“Ola
… aku udah punya pacar namanya Restu dia kakak kelasku dikampus,
aku bahagia banget,” Sofi benar-benar kelihatan bahagia dan aku pun
ikut bahagia.
“Tapi
ola … ada yang harus kamu tahu,”
“apa
Sofi ?”
“Gini,
aku kan udah gede bukan anak kecil lagi jadi ngga mungkin aku
terus-terusan mainan sama kamu.”
“Kok
gitu?” protesku.
“Ingat
ngga 1 minggu yang lalu adik sepupuku si dian yang kelas 3 SD pas
lihat kamu langsung jatuh cinta, dia pengin bawa kamu, ya aku setuju
karena aku ngga mau ngecewain adiku,” cerocosnya.
“Hah
… ya ampun Sofi ko kamu tega,” aku menangis sedih .
******************
Hari
yang tak kuinginkan pun tiba
“Nah
dian nih ola, jaga dan rawat dia baik-baik ya sayang,” kata Sofi
ketika menyerahkanku pada Dian.
“Beres
ka Sofi, Dian bakal jagain ola dengan kasih sayang, makasih ya kak,
“kata Dian.
Aku
dibawa Dian kemobilnya dan di peluk dengan erat, aku menjerit agar
Sofi tahu aku tak ingin berpisah dengannya aku tak ingin bersama
Dian, tapi semua itu percuma Sofi dan Dian tak bisa dan tak akan bisa
mendengarku karena aku hanyalah sebuah Boneka.
“Sofi
… aku pasti merindukanmu” gumamku sedih.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar