“ Pagi
ini,setelah setengah jam berdesak-desakkan didalam bus akhirnya
sampai juga digedung putih ini.terlihat lalu lalang orang berdatangan
untuk mengantri.beberapa orang berseragam putih mulai terlihat
sibuk.seragam putih itu mengingatkanku dengan cita-citaku dimasa
kecil,saat Ayah masih ada.”
******
bu
Khasanah,silahkan masuk,” Ucap seorang lelaki berseragam putih.
“Umi
dipanggil,umi masuk dulu ya nak,” Kata umi kepadaku.
“Ya
umi,Ninda tunggu disini ya,” .
Selesai
diperiksa dokter,umi mengajakku membeli obat.
“Umi
tadi kata dokter,umi sakit apa?” tanyaku.
“Umi
nda apa-apa sayang kata dokter,umi Cuma kelelahan,” .
Entah
kenapa aku merasa ada yang disembunyikan dari umi.entahlah..
******
Hari
ini hari rabu,minggu depan hari milad umi,aku harus memberikan hadiah
istimewa untuk umi.
“Selamat
siang mba,ada yang bisa saya bantu?” Sapa pramuniaga dengan ramah.
“Mba,saya
ingin beli sesuatu untuk umi saya,”.
“Baiklah
mari saya antar mba untuk melihat-lihat kedalam.” .
Akhirnya
setelah hampir setengah jam aku menemukan hadiah yang pas untuk umi.
“Ahaii..umi
pasti senang,” Gumamku.
******
Malam
ini umi terlihat pucat sekali,nafsu makan pun akhir-akhir ini
berkurang.
“Uhuk,uhuk,uhuk..,”
Umi batuk sambil memegangi dadanya.
“Astaghfirulloh,uni
kenapa,umi sakit?” Aku cemas sekali.
“Ninda
tolong ambilkan obat dikamar umi,”.
Aku
pun bergegas mengambil obat untuk umi,setelah umi minum obat,umi
terasa lebih baik dari sebelumnya.
“Umi,sebenarnya
kenapa?umi sakit apa?” .
“Umi
nda apa-apa sayang,ninda bagaimana kuliahmu,umi ingin sekali
melihatmu wisuda,”
“Alhamdulilah
ninda tinggal ngajuin skripsi,doakan ya umi terus umi harus jaga
kesehatan biar bisa nemenin ninda wisuda,” ucapku.
Umi
mengangguk dengan senyuman mata yang redup.
******
“Wah,jangan-jangan
umi kamu terkena penyakit jantung nin,” Ucap kak fera kakak kelasku
dikampus saat aku bercerita tentang umi.
“Apa
kak, Jantung?” .
“Ya
ini sih menurut kakak,coba deh ninda cari tau dan harus cepat
ditanganin sebelum terlambat,” .
Perkataan
kak fera tadi siang membuatku tak bisa memejamkan mata ini
“ Ya
Allah,aku mohon sembuhkanlah umiku dari sakitnya,berikanlah umi
kesehatan dan berikanlah yang terbaik untuk umi.ampunilah dosa umi Ya
Allah,hanya padaMu aku memohon kabulkanlah Ya Tuhanku,Amin “.
Kulantunkan
doa permohonanku dalam tahajud dimalam ini.
*****
Hari
ini adalah hari milad Umi yang ke 50 tahun,kupandangi sebuah bingkai
foto yang manis yang terpajang didinding kamarku,ada Ayah dengan
gagahnya saat ayah masih ada,ada aku ditengah-tengah mereka dan ada
umi yang sangat cantik dengan jilbabnya.
“Mba
ninda..mba ninda,mba..,” terdengar suara bu zenab tetangga sebelah
yang memanggilku.
“Iya
bu zenab ada apa ko bu zenab ngos-ngosan begitu,” .
“Anu
mba,anu umi..umi,” .
“Umi?umi
kenapa bu?” .
“Umi
masuk rumah sakit tadi umi pingsan dijalan saat akan kemasjid,” .
“Umiiiiiii,”
.
******
“Umi,umi
kenapa?” aku menangis dipelukan umi yang terbaring lemah.
“Maafkan
umi nak,maafkan umi,umi nda mau ninda sedih,” kata umi dengan suara
terbata-bata.
“Apa
benar umi terkena penyakit jantung?”
Umi
mengangguk dan menghapus air mataku.
“Umi
harus sabar ya,ninda yakin umi akan sembuh,Allah selalu bersama umi,”
Aku
mengambil hadiah dari dalam tasku yang ku bingkis dengan rasa cinta
untuk umi.
“Umi,selamat
milad ya,semoga Allah selalu memberikan yang terbaik untuk umi,ninda
sayang umi,” kataku sambil mencium kening umi.
“ Alhamdulilah
terimakasih sayang,umi akan bertahan untukmu anakku,” .
Umi
pun membuka hadiah pemberianku
“ Wah
subhanalloh jilbab biru,ini jilbab yang dari dulu umi
inginkan,terimakasih ya nak,” .
“Umi
pasti terlihat cantik dengan jilbab biru itu,” .
Umi
memelukku dengan erat..erat sekali.
“Lekas
sembuh umi,” Ucapku lirih.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar